Juli 14, 2020

Santri Tanggir Memilih.

TANGGIR (08/02/19)

Di tahun 2019 M Tepatnya di bulan april mendatang, Kita warga indonesia di hadapkan dengan pilihan pilihan yang mesti kita pilih, Baik dari kasta tertinggi negara (capres-cawapres) ataupun kasta di bawahnya (calon DPRRI) dan lain sebagainya,

Di tengah zaman yang dimana manusianya beradu argumen, berdebat pilihan, & berperang dukungan, kepada kandidatnya, Tanggir tetap tenang, adem, ayem, Tentrem. Dengan tujuan menciptakan situasi damai di dunia yang di persepsikan semrawut oleh beberapa kalangan.

Pondok yang berlokasi di pelosok desa dengan area persawahan ini sering kali mengherankan beberapa kalangan.

Tanggir iku pondok gede, nduwe event event gede, tiap event mesti di tekoni wong semono akehe, Kok gak gelem ngundang tokoh politik sopo ngono, ben iso njupuk keuntungan teko event iku.

Tanggir itu pondok besar, dengan event event besar, setiap event pasti banyak pengunjung, kenapa tidak mendatangkan tokoh politik tertentu, agar bisa mengambil keuntungan dari event itu.

Menanggapi hal itu, Kami santri tanggir sangat setuju & ngestoake dawuhe poro masyayikh,

Ketua Majlis pengasuh PP. Tanggir KH. Manshur Mushlich, di Akhir Acara Rutinan Ngaji Selasa kliwon HASTA & MASYARAKAT UMUM Menyampaikan :

Seorang Ahli Ilmu Hendaknya Tidak Terlalu menyibukkan diri dengan Perkara politik “

Karena Menyampaikan, Mengajarkan & Menyebarkan ilmu adalah hal yang Lebih Fardlu Bagi Tholabul ilmi Ataupun Ahlul ilmi.

Abuya Sayyid Ahmad Bin Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani Dalam Acara Halaqoh Hai’ah Assofwah Palembang ( Selasa 06/11/18 ) Berpesan :

( كن إجتهادك في نشر الدين )
” Jadikanlah Kesungguhanmu di dalam mengajarkan ilmu Agama ”

” Gak Usah Melu Metenteng-Metenteng Mbelani Tokoh/Partai politik Tertentu ”
( Tak perlu membabi buta Membela Tokoh/Partai politik tertentu )

Dawuhe Syaikh,
” Neng Politik iku Wes Biasa :
( اليوم هذا واليوم الثاني مع من اخر )
Syaikh Berkata :
” Dalam Politik Itu Sudah Hal biasa, jika :
” Hari ini & Hari Esok Bersama orang Yang berbeda ”

Coba Kita Ingat-Ingat Saja, Banyak Tokoh-Tokoh politik Yang Ketika Masih satu Partai Terlihat Se_iya dan Se_kata, Sepakat dan sepaket, Tapi Ketika Berbeda Partai, Keduanya Terlihat Seperti Bermusuhan,

Melihat hal itu kita bisa menyimpulkan bahwa dalam dunia politik Tak ada Teman Abadi Ataupun Musuh Abadi.
Toh, Belum Tentu Juga Partai/Tokoh Yang Kita Botoh Mati Matian tsb, Akan Ingat Kepada Kita Saat Mereka Terpilih. Canda Beliau

Belajar dari itu, seyogyanya kita sebagai santri tetaplah saling menghargai & Membebaskan siapapun untuk memilih pilihanya, dengan tanpa memprofokasi siapapun untuk sesuai dengan pilihan kita, Agar tetap tercipta suasana yang aman, tentram, damai dan sentosa, di negara kesatuan republik indonesia yang ber_Bhineka tunggal ika.[dp87.santritanggir]

Facebook Comments

ULASAN

1 min read
1 min read
3 min read
1 min read