Oktober 28, 2020

PP. Tanggir Tuban

PP. Raudlatut Thalibin

AMALAN DI BULAN MUHARRAM

Dalam bulan muharram terdapat beberapa amalan yang di anjurkan untuk di lakukan, Di antaranya :

Pertama, mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram.

Keutamaan puasa pada hari ini diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW :

.سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ. قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

(HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah menegaskan :

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram.” (HR. Nasa’i)

Berikut Niat puasa Asyuro :

(*)نويت صوم غد عن اداء سنة عاشراء لله تعالى

“Nawaitu shouma ghodin ‘an adai sunnati ‘asyuro lillahi ta’ala”

Kedua, Mengerjakan puasa Tasu’a, atau puasa sunnah hari ke-9 di bulan Muharram.

Mengenai puasa ini, Ibnu Abbas meriwayatkan hadits yang di peroleh dari imam muslim & abu dawud :

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُوراءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه مسلم وأبو داود

“Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi SAW bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Kemudian Nabi SAW bersabda : “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah s.a.w. wafat”. (H.R. Muslim, Abu dawud)

Berikut Niat puasa Tasu’a :

(*)نويت صوم غد عن اداء سنة التاسعاء لله تعالى

“Nawaitu shouma ghodin ‘an adai sunnati-tasu’a lillahi ta’ala”

Baca juga : Sejarah – sejarah di bulan muharram.

Ketiga, memperbanyak sedekah. Dalam menyambut bulan Muharram, kita diperintahkan agar memperbanyak pengeluran dari belanja kita sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim, membantu keluarga, kaum kerabat, orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah. Wallahu A’alam.(dp78.santritanggir)

Facebook Comments