Oktober 28, 2020

PP. Tanggir Tuban

PP. Raudlatut Thalibin

LUQMAN HAKIM & DAGING KAMBING.

Luqman hakim atau Luqman An-Naubi al-Hakim bin Anga’ bin Baruq, adalah salah seorang kekasih allah yang namanya banyak disebut dalam kalam-NYA,

Ialah hamba yang di kenal dengan segala kemuliaan hidupnya, petuah-petuh hikmahnya, dan aneka kisah indahnya, untuk kehidupan manusia.

Dia adalah penduduk asli sebuah kota Islam kuno, yang sekarang masuk kota bernama Aqaba, sebelah selatan Yordania dekat dengan perbatasan Israel.

Salah satu kisah mulianya adalah tentang sebuah renungan yang terkisahkan dalam kitab an-Nawâdir, Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi.

Kisah itu dimulai ketika luqman al-Hakim menerima seekor kambing dan tugas besar dari tuannya.

Sang tuan meminta Luqman menyembelih kambing tersebut, dan memintanya untuk mengantarkan bagian yang paling buruk/paling kotor dari tubuh kambing itu kepada sang tuan.

Sesuai apa yang di suruhkan Luqmanpun menggorok leher kambing tersebut, Mengiris-iris daging si kambing dan mengambil bagian lidah dan hati, kemudian di antarkanya kepada sang tuan.

Setelah sampai pada tuanya, sang Tuan memberinya kambing lagi dan memintanya untuk melakukan hal yang sama.

Namun untuk kali ini sang tuan menginginkan Luqman membawakanya seiris daging yang paling bagus dan paling menyehatkan.

Tanpa pikir panjang, Luqmanpun menjalankan tugasnya lagi dengan baik, Di sembelihlah si kambing lagi, dipotonglah lidah & hatinya lagi, dan di antarkanya kepada sang tuan lagi.

Sesampainya, sang tuanpun bertanya kepada luqman.

“Apa yang kamu lakukan wahai luqman, Aku memintamu membawakan bagian berbeda, tapi kau bawakan aku bagian yang sama?”

Dengan tenang Luqman hakim menjawab,”Wahai tuanku, Tak ada yang lebih buruk ketimbang lidah dan hati bila keduanya buruk, Dan tidak ada yang lebih bagus dari lidah dan hati ketika keduanya bagus”.

Mendengar itu, sang tuan menganggut-anggut membenarkan.

Kisah ini mengungkap pesan bahwa hal paling krusial dalam kehidupan manusia adalah hati dan lidah.

Keduanya memang lebih dari sekadar daging fisik belaka, melainkan adalah kiasan dari nurani dan perkataan manusia, Yang memberi pengaruh besar bagi orang lain dan lingkungan sekitar, Baik dalam wujud yang manfaat atau yang merugikan.

Dari kisah keteladanan Luqman Hakim ini, semoga kita bisa menjaga & mengoprasikan organ krusial kita dengan sebaik mungkin.

A. Amin (Dau)

Santritanggir

Facebook Comments