Oktober 28, 2020

PP. Tanggir Tuban

PP. Raudlatut Thalibin

mbah mushlich, mbah mushlich tanggir, thoriqoh, KH mushlich abdul karim,

THORIQOH MBAH MUSHLICH

Pendiri pondok tanggir

     Thoriqoh menurut bahasa adalah jalan, Keadaan, Aliran atau garis pada sesuatu.

Sedang Menurut istilah ahli tashowuf, Thoriqoh ialah Jalan yg ditempuh seorang hamba Menuju ridlo allah SWT.

     Thoriqoh Lahir Sekitar abad ke 2 dan ke 3 Hijriyah, dengan Sumber, metode & ajaran yang tidak terlepas dari ajaran Rasulullah SAW.

Seiring berkembangnya zaman, Thoriqoh mulai berkembang & banyak pengikutnya, Hingga terbentuklah macam macam Thoriqoh & nama namanya, Adapun dalam penamaan aliran thoriqoh, kebanyakan di sesuaikan dengan pem­bawa ajaran itu sendiri.

Contohnya :
1. Thoriqoh Qodiriyah,
pembawa ajarannya adalah Syekh Abdul Qodir Al Jailani.

2. Thoriqoh Syadziliyah,
yang dibawa & di ajarkan oleh syekh Abu Hasan As-Syadzili.

3. Thoriqoh Naqsabandiyah, Thoriqoh yang di ajarkan Syekh Baha’uddin An-Naqsabandi.

Dan masih banyak nama nama Thoriqoh yang lainya.

Sesuai devinisi Thoriqoh yang berarti ” jalan ” tentunya thoriqoh sangatlah banyak varian, dg kesimpulan selama Jalan itu menuju kebenaran & berujung kepada allah SWT.

Seperti :
1. Mengajak orang lain melakukan kebaikan,

2. Melarang orang lain melakukan keburukan,

3. Mengajarkan ilmu ,

4. Mengaji dan lain sebagainya,

Thoriqoh inilah yang dilakukan oleh Almaghfurlah KH. MUSHLICH ABDUL KARIM ( pendiri pp raudlatut thalibin tanggir ).

Di tuturkan oleh KH. MANSHUR MUSHLICH ( pengasuh PP. tanggir ) dalam pengajian rutin jum’at sore bersama seluruh santri tanggir.

” Thoriqohe mbah mushlich iku ngulang ilmu agomo karo Ngaji, podo karo thoriqohe abuya sayyid Muhammad, Krono ngulang karo ngaji iku iso ndudohno wong liyo apik, ngajak wong liyo nglakoni apik ”
(Red. Jawa)

” Thoriqohnya mbah Mushlich itu mengajarkan ilmu agama & mengaji, seperti thoriqohnya abuya sayyid muhammad, Karena dengan mengajar & mengkaji kita bisa menunjukan kebaikan kepada orang lain & mengajak orang lain melakukanya ]

Di samping itu keutamaan mengajak orang lain dalam kebaikan juga sangatlah besar.
Dalam kitab Nashoihud diniyyah, Syaikh abdullah ba’alawi al-haddad ( Hal : 5 Prec Haromain ) juga Menyebutkan dengan menuqil penggalan Ayat al-qur’an surath Ali ‘imron Ayat : 104.

وقوله تعالى : وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ [ اي جماعة ] يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ . (ال عمران ١٠٤ )

Kurang lebih Artinya :

Allah SWT berfirman “Hendaklah kalian semua menjadi ummat yang mengajak orang lain menuju kebaikan “

وهو اعنى الخير على الجملة الإيمان والطاعة

Menurut Mushonnif yg di kehendaki dari lafadz الخير adalah pelbagai jenis kebaikan menuju iman dan ketaatan.

Masih Dalam Kitab Tersebut, Muallif Mebambahkan,

والدعوة الى ذلك منزلة عندالله رفيعة، وقربة الى الله عظيمة

” Dan mengajak orang lain kepada keimanan & ketaatan adalah drajat yang mulia, juga salah satu cara mendekatkan diri kepada allah yang amat agung “.

Diperkuat Dengan Hadits Nabi Muhammad SAW :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الدال على الخير كفاعله

Rasulullah SAW bersabda ” orang yang Menunjukan kebaikan sama halnya dg orang yang melakukan kebaikan “

Maksudnya sama dalam pahala & kebaikanya.
Begitu juga orang yang mengajak ke arah keburukan, Maka dosa & keburukanya juga sama dengan orang yg melakukanya.

[ dp78.santriTANGGIR ]

Facebook Comments